Bupati Qudrotul Sambut Kepulangan Haji, Ada yang Berpulang

Berita Bupati Qudrotul Sambut Kepulangan Haji, Ada yang Berpulang
Redaksi
admin

Tulang Bawang — Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang resmi menyambut kepulangan jamaah haji tahun ini. Penyambutan dilakukan langsung oleh Bupati K.R.A. Drs. H. Qudrotul Ikhwan Karyonagoro, M.M., beserta unsur Muspida dan jajaran perangkat daerah. Dari total 224 orang jamaah yang berangkat, sebanyak 223 orang kembali ke tanah air, sementara satu orang meninggal dunia saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa menyambut kepulangan jamaah haji asal Tulang Bawang. Sebenarnya ada dua kloter yang berangkat, dan yang terbanyak adalah Kloter 18 dengan jumlah 224 orang,” ujar Bupati yang akrab disapa Udo Qudrotul itu.


Ia menjelaskan bahwa secara keseluruhan jumlah jamaah yang terdaftar mencapai 230 orang. Namun, salah satu jamaah bernama Ahmad Fadil, warga Bakung Rahayu, Kecamatan Gedung Meneng, meninggal dunia di usia 93 tahun sebelum sempat pulang.

“Bisa dibilang ia ‘bertahan’ di sana. Meninggal saat melaksanakan ibadah. Nama beliau Ahmad Fadil, asalnya dari Bakung Rahayu. Meski begitu, saya lihat jamaah yang kembali hari ini semuanya terlihat ceria, segar, dan penuh semangat,” jelasnya.


Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah daerah telah memberikan bantuan dan dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan. Hal ini disampaikan Bupati saat memastikan tindak lanjut penanganan kasus tersebut.

“Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami sudah berikan perhatian. Kepala Dinas Sosial sudah saya perintahkan untuk mendatangi rumah duka, menyampaikan belasungkawa resmi dari Pemkab, mengirimkan karangan bunga, serta memberikan bantuan sebagai tanda kepedulian. Semua sudah dilaksanakan,” terangnya.

Ke depan, Bupati menyampaikan harapan agar kuota haji untuk Tulang Bawang dapat ditingkatkan. Hal ini mengingat masa tunggu keberangkatan jamaah saat ini masih terbilang lama, berkisar antara 21 hingga 26 tahun.

“Kita berharap kuota haji daerah kita bisa terus bertambah agar waktu tunggu tidak terlalu panjang. Selain itu, pesan saya kepada jamaah yang baru pulang: jaga konsistensi ibadah. Jika selama di Tanah Suci rutin ke Masjidil Haram, maka di sini tetaplah rutin ke masjid atau musollah untuk salat berjemaah,” ajaknya.

Ia juga mengingatkan agar nilai persaudaraan yang didapat selama ibadah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pengalaman di sana mengajarkan kita bahwa meski berbeda suku dan daerah, kita tetap bersatu dalam ukhuwah Islamiyah. Semoga semangat itu bisa ditularkan kepada keluarga dan tetangga, saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjauhi hal yang buruk,” pungkasnya.(saf)

Komentar
Belum ada komentar
Kategori

Media global network